Tuesday, September 24, 2013

#3

'Anggap saja kita tidak pernah kenal'.

Kata kata yang satu itu.
Meremang bulu roma nipis sewaktu matahari pancar terik.
Kata kata yang satu itu.
Terus gugur jantung kecil berdindingkan selapik tisu.
Kata kata yang satu itu.
Didih api marah merah muka tahan bahang panas.
Kata kata yang satu itu.
Tertitis tis tis mutiara mahal dari tubir mata terus jatuh ke cadar empuk.
Kata kata yang satu itu.
Separuh insomnia jadinya kusut masainya diri rupa mayat hidup.
Kata kata yang satu itu.
Lupa pada hati sendiri, lupa pada realiti dunia seketika.
Kata kata yang satu itu.
Calar hati parah jiwa tunggu masa untuk jatuh.
Kata kata yang satu itu.
Malam malam bertemankankan depresi dan sadis untuk minggu lamanya.
Kata kata yang satu itu.
Timbul marah dan sekelumit benci ke diri engkau secara tiba.
Kata kata yang satu itu.
Terdiam dan s3 aku campak ke bawah tanpa balasan untuk kata kata yang satu itu.

Oleh itu sayang-
untuk berjela jela rindu dan sayang dan maaf siang ke malam dari engkau-
untuk berpuluh puluh esemes dan panggilan telefon siang ke malam dari engkau-
untuk salam dan hello kiriman dari engkau-
anggap saja kita tidak pernah kenal.

No comments:

Post a Comment